UNIMED Tingkatkan Mutu Pendidikan Teknik Otomotif melalui Kolaborasi Industri dan Inovasi Kurikulum

Medan, 24 Juli 2025 — Dalam upaya meningkatkan mutu lulusan yang siap bersaing di era industri 4.0 dan menyambut tantangan kendaraan listrik serta otomasi kendaraan, Program Studi Pendidikan Teknik Otomotif Universitas Negeri Medan (UNIMED) terus berbenah. Melalui sinergi dengan dunia industri, peremajaan sarana laboratorium, serta penyusunan kurikulum berbasis kompetensi terbaru, UNIMED menunjukkan komitmennya untuk menjadi pusat unggulan dalam pendidikan vokasional teknik otomotif di Indonesia bagian barat.

Ketua Program Studi Pendidikan Teknik Otomotif, Dr. Ir. Rahmat Hidayat, M.T., menyampaikan bahwa program studi ini telah menetapkan strategi pengembangan berbasis empat pilar utama: kurikulum adaptif, peningkatan kualitas dosen, kemitraan industri, dan penguatan riset terapan.

“Kami menyadari bahwa dunia otomotif bergerak cepat, apalagi dengan munculnya teknologi kendaraan listrik dan sistem otomasi cerdas. Untuk itu, UNIMED melalui Fakultas Teknik terus menyelaraskan materi ajar dan praktik lapangan sesuai perkembangan teknologi terkini,” ujar Dr. Rahmat.

Kurikulum Berbasis Kompetensi Industri
Mulai tahun akademik 2025/2026, Program Studi Pendidikan Teknik Otomotif UNIMED akan menerapkan kurikulum Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM) yang dipadukan dengan input dari industri mitra seperti PT Toyota Astra Motor, PT INKA, dan beberapa bengkel modern di Sumatera Utara. Kurikulum baru ini dirancang agar mahasiswa tidak hanya menguasai teori, tetapi juga memiliki kemampuan praktik dan problem-solving yang dibutuhkan di dunia kerja.

Beberapa mata kuliah baru juga telah dimasukkan, seperti Teknologi Kendaraan Listrik, Sistem Diagnosis Otomotif Berbasis IoT, serta Manajemen Bengkel dan Kewirausahaan Otomotif. Mahasiswa akan diberikan kesempatan untuk mengambil mata kuliah di luar program studi dan mengikuti magang industri selama satu semester penuh.

Modernisasi Laboratorium dan Bengkel
Untuk mendukung implementasi kurikulum baru, UNIMED telah mengalokasikan dana khusus untuk modernisasi fasilitas laboratorium otomotif. Saat ini, bengkel praktik mahasiswa telah dilengkapi dengan alat diagnostic scanner OBD-II, mesin simulasi injeksi bahan bakar elektronik (EFI), serta satu unit kendaraan listrik sebagai alat praktik.

Dekan Fakultas Teknik, Prof. Dr. Syamsul Bahri, M.Pd., menegaskan pentingnya investasi infrastruktur laboratorium untuk menjawab kebutuhan pengembangan kompetensi mahasiswa.

“Fasilitas kami kini tidak kalah dengan SMK unggulan atau politeknik. Mahasiswa tidak hanya mempelajari mesin berbahan bakar konvensional, tapi juga terpapar langsung teknologi hijau dan otomasi,” jelas Prof. Syamsul.

Kerja Sama Strategis dengan Dunia Industri
Pendidikan Teknik Otomotif UNIMED juga menjalin kemitraan strategis dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI) melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan sejumlah mitra. Salah satunya adalah kerja sama dengan PT PLN Unit Induk Sumatera Utara dalam bidang pelatihan kendaraan listrik dan charging station.

Selain itu, mahasiswa program studi ini juga memiliki kesempatan untuk mengikuti program magang industri, guest lecture dari praktisi otomotif nasional, serta kunjungan industri ke pabrik dan dealer otomotif. Beberapa alumni juga telah bekerja di perusahaan nasional seperti Astra Group, Suzuki, dan Hyundai Indonesia.

Inovasi Mahasiswa dan Kegiatan Kompetisi
Tidak hanya fokus pada pembelajaran di kelas, mahasiswa Teknik Otomotif UNIMED aktif berpartisipasi dalam berbagai lomba dan ajang kreativitas mahasiswa tingkat nasional. Salah satu kebanggaan terbaru adalah tim UNIMED TechRacer yang berhasil meraih Juara III dalam Kompetisi Mobil Hemat Energi (KMHE) tingkat nasional tahun 2024 di Surabaya.

Mahasiswa juga rutin mengikuti kegiatan pengabdian masyarakat melalui pelatihan servis kendaraan bagi masyarakat desa, program safety riding bersama Polres Kota Medan, dan edukasi kendaraan listrik ke sekolah-sekolah.

Penguatan Riset Terapan dan Publikasi Ilmiah
Selain pengajaran dan pengabdian, Prodi Pendidikan Teknik Otomotif UNIMED juga mendorong dosen dan mahasiswa untuk aktif dalam kegiatan riset. Tema penelitian yang dikembangkan meliputi optimalisasi efisiensi bahan bakar, konversi motor bakar menjadi kendaraan listrik sederhana, serta penerapan IoT dalam pemeliharaan kendaraan.

Beberapa hasil penelitian bahkan telah dipublikasikan di jurnal nasional terakreditasi dan jurnal internasional bereputasi, serta dijadikan sebagai rujukan dalam pengembangan teknologi tepat guna.

Harapan ke Depan
Dengan berbagai upaya pembaruan dan penguatan dari sisi kurikulum, fasilitas, kemitraan, dan inovasi, UNIMED menargetkan akreditasi unggul untuk Program Studi Pendidikan Teknik Otomotif dalam waktu dekat. UNIMED juga menyiapkan peta jalan pengembangan program magister (S2) untuk bidang teknik pendidikan otomotif sebagai respon terhadap kebutuhan tenaga pendidik profesional dan peneliti di bidang teknik.

“Ke depan, kami berharap lulusan kami tidak hanya menjadi guru produktif di SMK, tetapi juga menjadi wirausaha muda di sektor otomotif atau teknisi profesional yang bersertifikasi,” tutup Dr. Rahmat.